Agen Bola Online
Tampilkan postingan dengan label Berita Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Olahraga. Tampilkan semua postingan

Wow!! ..Andik Vermansyah Diminati 3 Klub Eropa

Permainan ciamik Andik Vermansyah saat membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang SEA Games, maupun saat melawan LA Galaxy membuat namanya makin melambung. Kabarnya, tiga klub Eropa mencoba mendekati pemain Persebaya ini. Salah satunya adalah Benfica.


Kabar mengejutkan ini disampaikan Komisaris Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar. Menurut Saleh, pihaknya sudah menerima tawaran dari tim-tim Eropa. Tapi dari berbagai tawaran yang masuk, Galaxy tidak ada di dalamnya.

"Yang dari Eropa ada tiga. Galaxy tidak termasuk," kata Saleh kepada beritajatim.com, Jumat (2/12/2011). Padahal sebelumnya, pelatih Galaxy, Bruce Arena menyebut Andik dan Greg Nwokolo sebagai dua pemain yang layak training di tim yang diperkuat Landon Donovan itu.

Dan, salah satu yang getol mendekati Andik adalah klub papan atas Portugal, Benfica. Penampilan Andik membuat Direktur olahraga Benfica, Rui Costa terpikat. Saat itu Andik ditawari oleh pelatih Persebaya saat ini, Divaldo Alves untuk hijrah ke negeri asal Cristiano Ronaldo tersebut.

Tapi Andik saat itu menolak dengan alasan keluarga dan bahasa. "Dulu berbagai tawaran dari klub Eropa ia tolak. Sekarang dia siap ke Benfica atau klub Eropa lainnya. Dia akan pilih yang harganya cocok. Bisa Benfica, bisa juga yang lain," ungkap Saleh.

Andik yang dihubungi terpisah mengaku sudah siap meninggalkan Persebaya. Meski menurut Andik, amat berat meninggalkan tim idola sekaligus yang membesarkan namanya itu. "Coba semusim dulu, Mas. Saya pasti mau kalau kontraknya jauh beda sama Persebaya," aku pemuda 20 tahun ini.

Villas Boas Kaget Chelsea Menang Telak Atas Newcastle

Manajer Andre Villas-Boas tak menyangka Chelsea bisa mengalahkan Newcastle United dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini tentu saja disambut sukacita oleh manajer asal Portugal itu.



Villas Boas
"Ini adalah kemenangan yang tidak ada seorang pun menyangkanya. Jadi, ini boleh dibilang kemenangan besar bagi kami," ujar AVB seusai laga.

"Jika ada hasil yang adil pada pertandingan malam ini, maka itu adalah kemenangan yang diraih Chelsea," lanjutnya.

Villas Boas juga memuji keputusan wasit yang dinilainya tepat karena tidak mengeluarkan kartu merah untuk David Luiz. "Mungkin keputusannya berimbas baik kepada kami. Tapi itu tidak menjadi alasan di balik penampilan pemain yang memang tampil apik," pungkasnya.

Wow..Media Portugal Ramai Beritakan Andik



Sinar terang sepertinya sedang memayungi Andik Vermansah. Pemain andalan Persebaya Surabaya dan Timnas U-23 itu ramai dibicarakan di Portugal.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Andik beberapa hari lalu sempat dikatakan diincar klub anyar Benfica. Sang pemain pun tidak terlalu memedulikannya, meski mengaku tidak takut untuk berkiprah di luar negeri.

Beberapa orang hanya menganggap berita kedekatan Andik dengan Benfica hanyalah rumor belaka yang dibuat media-media di tanah air.

Akan tetapi, pada Sabtu (3/12) lalu, media terkemuka Portugal, A Bola , ternyata juga memberitakan ketertarikan Benfica kepada Andik. A Bola bahkan menyebut Andik sebagai Messi-nya Indonesia.

Meski belum ada pernyataan resmi dari kubu Benfica, kabar tersebut jelas sebuah kebanggaan bagi Andik. Sebab, Benfica merupakan salah satu klub besar di Portugal yang kini dihuni pemain-pemain hebat macam Nicolas Gaitan, Pablo Aimar ataupun Oscar Cardozo.

Persib Nyatakan Mundur dari LPI

Persib Bandung secara resmi mengundurkan diri dari Liga Prima Indonesia (LPI) musim 2011-2012. Persib sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan PSSI.



"Suratnya tertanggal 25 November. Sudah kami kirimkan," kata Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono, di Kafe Persib, Senin (28/11/2011). Selain Kuswara, hadir juga Direktur PT PBB Risha Adi Widjaya.

Dengan adanya surat pengunduran diri, Persib kini berkiprah di LSI. Laga melawan Bontang FC besok sore dipastikan batal. Dan Persib baru akan bertanding pada tanggal 3 Desember melawan Persiram Raja Ampat

JANGAN lUPA LIKE GAN

Persib Nyatakan Mundur dari LPI

Persib Bandung secara resmi mengundurkan diri dari Liga Prima Indonesia (LPI) musim 2011-2012. Persib sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan PSSI.



"Suratnya tertanggal 25 November. Sudah kami kirimkan," kata Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono, di Kafe Persib, Senin (28/11/2011). Selain Kuswara, hadir juga Direktur PT PBB Risha Adi Widjaya.

Dengan adanya surat pengunduran diri, Persib kini berkiprah di LSI. Laga melawan Bontang FC besok sore dipastikan batal. Dan Persib baru akan bertanding pada tanggal 3 Desember melawan Persiram Raja Ampat

JANGAN lUPA LIKE GAN

Kisah Manis si Tukang Parkir Peraih Emas

http://www.lintas.me/images/2011-11/big/25df3b92f435f3b8905027912ec9b597.jpg

Muhammad Iqbal meraih emas di kelas 50 kilogram gaya bebas putra setelah mengalahkan pegulat Thailand, Kritsada Benmart, di Jakabaring, Palembang (16/11). Emas yang terbilang mengejutkan karena pegulat 20 tahun ini tak ditarget menjadi juara.

Iqbal pun mempersembahkan medali emas tersebut untuk orang-tuanya, sang bapak Nyompa, dan sang ibu, Tanwir. Ia berjanji, bonus dari emas itu digunakan untuk membeli rumah bagi orang-tuanya. "Mudah-mudahan duitnya cukup untuk membeli rumah, untuk kedua orang tua saya," kata Iqbal.

Ia berkisah, kehidupannya sejak kecil memang terbilang tak mampu. Putra kedua dari empat bersaudara ini kerap harus membantu perekonomian keluarga dengan melakukan apa saja. Mulai dari jadi tukang parkir, sampai jual lukisan.

Iqbal tak pernah malu melakukan apa saja untuk mendapatkan uang, sepanjang itu halal. "Setiap Minggu pagi saya selalu menjaga parkir kendaraan di Kantor Pemkot Samarinda karena kawasan itu menjadi tempat orang untuk berolahraga ringan seperti jalan dan jogging," tutur M. Iqbal seperti dikutip dari Antara.

"Terkadang saya juga ikut kerja nyuci motor, atau berjualan lukisan dan baju kaus di depan halaman KONI, pada bulan puasa atau pas ada keramaian lainnya, yang terpenting bisa mendapatkan duit halal," papar pria kelahiran 11 Oktober 1991 di kota Samarinda itu.

Semua upaya itu terpaksa dilakukan oleh M Iqbal, demi membantu orangtuanya yang dengan susah payah menghidupi dan menyekolahkan dia dan saudaranya, hingga dia saat ini bisa mengenyam bangku kuliah.

"Saya bersyukur masih bisa kuliah, sekarang saya semester empat di jurusan Hukum Universitas, Mulawarman Samarinda, memang satu tahun ini saya ijin karena ikut persiapan SEA Games, namun seusai SEA Games insya Allah saya akan teruskan kuliah lagi sampai selesai," kata Iqbal.

Sebagai atlet yang tidak diunggulkan mendapatkan emas, Iqbal mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih pada debut pertamanya di ajang SEA Games tersebut. "Selain untuk Bangsa dan Negara, medali ini juga saya persembahkan untuk kedua orang tua, semua pelatih dan teman-teman saya yang selalu memberikan motivasi dan doa, sehingga saya bisa berhasil seperti sekarang ini," tutur M Iqbal.

JANGAN lUPA LIKE GAN

Kisah Manis si Tukang Parkir Peraih Emas

http://www.lintas.me/images/2011-11/big/25df3b92f435f3b8905027912ec9b597.jpg

Muhammad Iqbal meraih emas di kelas 50 kilogram gaya bebas putra setelah mengalahkan pegulat Thailand, Kritsada Benmart, di Jakabaring, Palembang (16/11). Emas yang terbilang mengejutkan karena pegulat 20 tahun ini tak ditarget menjadi juara.

Iqbal pun mempersembahkan medali emas tersebut untuk orang-tuanya, sang bapak Nyompa, dan sang ibu, Tanwir. Ia berjanji, bonus dari emas itu digunakan untuk membeli rumah bagi orang-tuanya. "Mudah-mudahan duitnya cukup untuk membeli rumah, untuk kedua orang tua saya," kata Iqbal.

Ia berkisah, kehidupannya sejak kecil memang terbilang tak mampu. Putra kedua dari empat bersaudara ini kerap harus membantu perekonomian keluarga dengan melakukan apa saja. Mulai dari jadi tukang parkir, sampai jual lukisan.

Iqbal tak pernah malu melakukan apa saja untuk mendapatkan uang, sepanjang itu halal. "Setiap Minggu pagi saya selalu menjaga parkir kendaraan di Kantor Pemkot Samarinda karena kawasan itu menjadi tempat orang untuk berolahraga ringan seperti jalan dan jogging," tutur M. Iqbal seperti dikutip dari Antara.

"Terkadang saya juga ikut kerja nyuci motor, atau berjualan lukisan dan baju kaus di depan halaman KONI, pada bulan puasa atau pas ada keramaian lainnya, yang terpenting bisa mendapatkan duit halal," papar pria kelahiran 11 Oktober 1991 di kota Samarinda itu.

Semua upaya itu terpaksa dilakukan oleh M Iqbal, demi membantu orangtuanya yang dengan susah payah menghidupi dan menyekolahkan dia dan saudaranya, hingga dia saat ini bisa mengenyam bangku kuliah.

"Saya bersyukur masih bisa kuliah, sekarang saya semester empat di jurusan Hukum Universitas, Mulawarman Samarinda, memang satu tahun ini saya ijin karena ikut persiapan SEA Games, namun seusai SEA Games insya Allah saya akan teruskan kuliah lagi sampai selesai," kata Iqbal.

Sebagai atlet yang tidak diunggulkan mendapatkan emas, Iqbal mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa mengibarkan bendera merah putih pada debut pertamanya di ajang SEA Games tersebut. "Selain untuk Bangsa dan Negara, medali ini juga saya persembahkan untuk kedua orang tua, semua pelatih dan teman-teman saya yang selalu memberikan motivasi dan doa, sehingga saya bisa berhasil seperti sekarang ini," tutur M Iqbal.

JANGAN lUPA LIKE GAN

Wow!! Titus Bonai Ternyata Dulunya Juga Juara Atletik


Bakat Titus Bonai alias Tibo di dunia olahraga tak hanya sepakbola. Terbukti saat dia duduk di bangku SMP I Jayapura Utara, Tibo justru sering ikut perlombaan atletik seperti lempar lembing, tolak peluru dan lompat jauh. Bahkan banyak piala yang dia peroleh dari ketiga cabang atletik di atas.

"Lihat saja ini beragam piala yang dia dapatkan," kata Agus Bonai, Ayah Tibo sambil menunjukkan belasan piala yang terpampang rapi di lemari ruang tamu rumahnya. Agus Bonai seorang pendeta di gereja mengisahkan, ketika duduk di bangku SMP, Tibo menggeluti beberapa olahraga di atas selain sepakbola. "Di sekolah, dia selalu terpilih masuk tim sepakbola," kata Agus.


Atas prestasinya yang menonjol itu, ketika Titus masih duduk di bangku kelas 2 SMP, Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jayapura meliriknya, kemudian diambil untuk dididik bersama atlet lainnya. Sejak SMP dia masuk asrama PPLP sampai tamat SMA. "Sejak itulah Tibo semakin terasah dalam dunia sepakbola, dan menjelma menjadi pemain profesional seperi saat ini," kisah Agus Bonai diiyakan sang istri.


JANGAN lUPA LIKE GAN

Wow!! Titus Bonai Ternyata Dulunya Juga Juara Atletik


Bakat Titus Bonai alias Tibo di dunia olahraga tak hanya sepakbola. Terbukti saat dia duduk di bangku SMP I Jayapura Utara, Tibo justru sering ikut perlombaan atletik seperti lempar lembing, tolak peluru dan lompat jauh. Bahkan banyak piala yang dia peroleh dari ketiga cabang atletik di atas.

"Lihat saja ini beragam piala yang dia dapatkan," kata Agus Bonai, Ayah Tibo sambil menunjukkan belasan piala yang terpampang rapi di lemari ruang tamu rumahnya. Agus Bonai seorang pendeta di gereja mengisahkan, ketika duduk di bangku SMP, Tibo menggeluti beberapa olahraga di atas selain sepakbola. "Di sekolah, dia selalu terpilih masuk tim sepakbola," kata Agus.


Atas prestasinya yang menonjol itu, ketika Titus masih duduk di bangku kelas 2 SMP, Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jayapura meliriknya, kemudian diambil untuk dididik bersama atlet lainnya. Sejak SMP dia masuk asrama PPLP sampai tamat SMA. "Sejak itulah Tibo semakin terasah dalam dunia sepakbola, dan menjelma menjadi pemain profesional seperi saat ini," kisah Agus Bonai diiyakan sang istri.


JANGAN lUPA LIKE GAN

Semifinal | Timnas U-23 Turun Dengan Kekuatan Penuh


Patrich Wanggai bakal kembali buat Cakar Garuda semakin tajam

SMART NEWZ - Timnas U-23 Indonesia dipastikan turun dengan kekuatan penuh pada pertandingan semifinal SEA Games 2011 melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11).

"Semuanya siap diturunkan, apalagi beberapa pemain dalam kondisi fit karena tidak diturunkan saat menghadapi Malaysia," ujar Asisten pelatih timnas Aji Santoso seusai konferensi pers jelang pertandingan Indonesia-Vietnam di Hotel Sultan Jakarta.

Menurut dia, menghadapi Vietnam yang merupakan juara Grup B bukan perkara mudah. Vietnam yang juga runner up SEA Games 2009 itu juga memiliki kualitas pemain di atas rata-rata.

Kondisi itu, kata dia, jelas akan mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk itu setelah timnas U-23 mengalami kekalahan, pelatih Rahmad Darmawan langsung memberikan motivasi agar semua pemain cepat bangkit.

"Mental pemain sudah kembali seperti semula. Mereka semuanya telah menyatakan siap untuk diturunkan. Yang jelas pertandingan semifinal akan berbeda dengan pertandingan penyisihan," katanya menambahkan.

Indonesia selain dipastikan turun dengan kekuatan penuh juga akan bermain lebih tenang karena semua pemain yang sebelumnya menerima satu kartu kuning telah diputihkan.

Perkiraan Pemain:

Penjaga Gawang:
Kurnia Meiga Hermansyah

Pemain Belakang:
Hasim Kipuw, Gunawan Dwi Cahyo, Abdurrahman dan Diego Michiels

Pemain Tengah:
Oktovianus Maniani, Ramdani Lestaluhu, Egi Melgiansyah dan Ferdinand Sinaga.
Pemain Depan:
Patrich Wanggai, Titus Bonai


JANGAN lUPA LIKE GAN

Semifinal | Timnas U-23 Turun Dengan Kekuatan Penuh


Patrich Wanggai bakal kembali buat Cakar Garuda semakin tajam

SMART NEWZ - Timnas U-23 Indonesia dipastikan turun dengan kekuatan penuh pada pertandingan semifinal SEA Games 2011 melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11).

"Semuanya siap diturunkan, apalagi beberapa pemain dalam kondisi fit karena tidak diturunkan saat menghadapi Malaysia," ujar Asisten pelatih timnas Aji Santoso seusai konferensi pers jelang pertandingan Indonesia-Vietnam di Hotel Sultan Jakarta.

Menurut dia, menghadapi Vietnam yang merupakan juara Grup B bukan perkara mudah. Vietnam yang juga runner up SEA Games 2009 itu juga memiliki kualitas pemain di atas rata-rata.

Kondisi itu, kata dia, jelas akan mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk itu setelah timnas U-23 mengalami kekalahan, pelatih Rahmad Darmawan langsung memberikan motivasi agar semua pemain cepat bangkit.

"Mental pemain sudah kembali seperti semula. Mereka semuanya telah menyatakan siap untuk diturunkan. Yang jelas pertandingan semifinal akan berbeda dengan pertandingan penyisihan," katanya menambahkan.

Indonesia selain dipastikan turun dengan kekuatan penuh juga akan bermain lebih tenang karena semua pemain yang sebelumnya menerima satu kartu kuning telah diputihkan.

Perkiraan Pemain:

Penjaga Gawang:
Kurnia Meiga Hermansyah

Pemain Belakang:
Hasim Kipuw, Gunawan Dwi Cahyo, Abdurrahman dan Diego Michiels

Pemain Tengah:
Oktovianus Maniani, Ramdani Lestaluhu, Egi Melgiansyah dan Ferdinand Sinaga.
Pemain Depan:
Patrich Wanggai, Titus Bonai


JANGAN lUPA LIKE GAN

Indonesia Siap Redam Empat Pemain Pilar Vietnam

indonesia-siap-redam-empat-pemain-pilar-vietnam.jpg

Pelatih timnas U-23 Indonesia Rahmad Darmawan menilai ada empat pemain Vietnam yang sangat berbahaya dan sudah menginstruksikan pemainnya untuk mematikan pergerakan keempat pemain tersebut.

Keempat pemain Vietnam yang dinilai RD sangat cepat dan berbahaya adalah Pham Thanh Luong (nomor 19), Nguyen Van Quyet (12), Le Van Thang (9) dan Le Hoang Thien (10).

"Mereka memiliki empat pemain yang cepat di lini depan. Kapten nomor 19, kemudian nomor 12 dan dua penyerang nomor 9 dan 10," ujar RD sesaat setelah memimpin latihan kemarin.

"Yang pasti, bagaimana kita menjaga kedalaman dalam situasi satu lawan satu dengan mereka. Itu kuncinya dan itu harus dilakukan secara disiplin. Tidak boleh tertinggal sama sekali," sambung RD.

Untuk menembus pertahanan Vietnam, RD akan kembali menurunkan duet Titus Bonai dan Patrick Wanggai. Nama terakhir sempat disimpan ketika kalah dari Malaysia. Sedangkan Tibo mengalami cedera ringan saat melawan Malaysia, namun dipastikan siap main.

Kondisi meragukan justru dialami Ferdinand Sinaga, Stevie Bonsapia dan Septia Hadi. Ketiganya masih belum fit karena sakit dan cedera.

Indonesia Siap Redam Empat Pemain Pilar Vietnam

indonesia-siap-redam-empat-pemain-pilar-vietnam.jpg

Pelatih timnas U-23 Indonesia Rahmad Darmawan menilai ada empat pemain Vietnam yang sangat berbahaya dan sudah menginstruksikan pemainnya untuk mematikan pergerakan keempat pemain tersebut.

Keempat pemain Vietnam yang dinilai RD sangat cepat dan berbahaya adalah Pham Thanh Luong (nomor 19), Nguyen Van Quyet (12), Le Van Thang (9) dan Le Hoang Thien (10).

"Mereka memiliki empat pemain yang cepat di lini depan. Kapten nomor 19, kemudian nomor 12 dan dua penyerang nomor 9 dan 10," ujar RD sesaat setelah memimpin latihan kemarin.

"Yang pasti, bagaimana kita menjaga kedalaman dalam situasi satu lawan satu dengan mereka. Itu kuncinya dan itu harus dilakukan secara disiplin. Tidak boleh tertinggal sama sekali," sambung RD.

Untuk menembus pertahanan Vietnam, RD akan kembali menurunkan duet Titus Bonai dan Patrick Wanggai. Nama terakhir sempat disimpan ketika kalah dari Malaysia. Sedangkan Tibo mengalami cedera ringan saat melawan Malaysia, namun dipastikan siap main.

Kondisi meragukan justru dialami Ferdinand Sinaga, Stevie Bonsapia dan Septia Hadi. Ketiganya masih belum fit karena sakit dan cedera.

Inilah Perolehan Medali SEA Games Sampai Hari 7


Jakarta - Sampai hari ketujuh SEA Games 2011 digelar, Indonesia makin meninggalkan rivalnya dengan menembus 100 medali emas. Pertarungan sengit terjadi diperingkat dua antara Vietnam dan Thailand.

Pada hari Kamis (17/11/2011) secara luar biasa, Indonesia total menambah 21 medali emas, 16 perak serta 6 keping perunggu untuk total mengumpulkan 108 medali emas, 81 perak, dan 76 perunggu, antara lain lewat cabor ski air, panjat tebing, renang, gulat serta panahan.

Vietnam dan Thailand saling kejar mengejar medali emas. Vietnam saat ini unggul 4 emas dari Thailand yang masih harus menunggu untuk mencuri posisi runner-up.

Sementara itu Malaysia akhirnya bisa menyodok keperingkat empat menggeser Singapura. 'Negeri Jiran' itu menambah 9 emas, sementara Singapura hanya bisa menambah tiga keping saja.

Inilah klasemen sementara perolehan medali SEA Games XVII, hingga Jumat pagi WIB (18/11/2011) pukul 06.00:

Pos Negara Emas Perak Perunggu
1. Indonesia 108-81-76
2. Vietnam 68-63-64
3. Thailand 64-58-69
4. Malaysia 37-37-51
5. Singapura 32-36-56
6. Filipina 19-33-42
7. Laos 6-5-21
8. Myanmar 3-13-21
9. Kamboja 3-10-15
10. Brunei 0-1-6
11. Timor Leste 0-0-1


JANGAN lUPA LIKE GAN

Inilah Perolehan Medali SEA Games Sampai Hari 7


Jakarta - Sampai hari ketujuh SEA Games 2011 digelar, Indonesia makin meninggalkan rivalnya dengan menembus 100 medali emas. Pertarungan sengit terjadi diperingkat dua antara Vietnam dan Thailand.

Pada hari Kamis (17/11/2011) secara luar biasa, Indonesia total menambah 21 medali emas, 16 perak serta 6 keping perunggu untuk total mengumpulkan 108 medali emas, 81 perak, dan 76 perunggu, antara lain lewat cabor ski air, panjat tebing, renang, gulat serta panahan.

Vietnam dan Thailand saling kejar mengejar medali emas. Vietnam saat ini unggul 4 emas dari Thailand yang masih harus menunggu untuk mencuri posisi runner-up.

Sementara itu Malaysia akhirnya bisa menyodok keperingkat empat menggeser Singapura. 'Negeri Jiran' itu menambah 9 emas, sementara Singapura hanya bisa menambah tiga keping saja.

Inilah klasemen sementara perolehan medali SEA Games XVII, hingga Jumat pagi WIB (18/11/2011) pukul 06.00:

Pos Negara Emas Perak Perunggu
1. Indonesia 108-81-76
2. Vietnam 68-63-64
3. Thailand 64-58-69
4. Malaysia 37-37-51
5. Singapura 32-36-56
6. Filipina 19-33-42
7. Laos 6-5-21
8. Myanmar 3-13-21
9. Kamboja 3-10-15
10. Brunei 0-1-6
11. Timor Leste 0-0-1


JANGAN lUPA LIKE GAN

Miris, Fenomena Suporter Bayaran di Arena SEA Games


Ilustrasi

Pertandingan di tiap venue dalam Kompleks Jakabaring Sport City selalu diramaikan suporter tiap negara peserta. Ironi nya, suporter tersebut asli Indonesia yang berasal dari siswa beberapa sekolah di Palembang yang dikoordinir untuk mendukung negara peserta SEA Games. 

Kehadiran suporter lokal tampil kompak memakai kaos putih dengan gambar bendera negara yang didukungnya. Pengamatan  di lapangan, para pelajar ini seperti ada yang mengarahkan dan dikoordinir guru mereka masing-masing.

Salah satu pelajar yang ditemui mengaku mereka datang dan mendukung negara lain karena disuruh guru pembimbing mereka di sekolah. "Kami disuruh pak guru memakai kaos Malaysia dan mendukung saat mereka bertanding," ujar salah satu siswi SMP di Palembang.

Rata-rata pelajar ini tidak bisa menolak perintah guru mereka untuk ikut menyemarakan SEA Games walau harus mendukung negara lain. "Takut dimarahi kalau menolak ikut kak, kami ikut salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, angggotanya disuruh ikut semua," jelasnya.

Mereka mengaku dibayar Rp20 ribu per hari dan diberi kaos serta disediakan fasilitas transportasi dan konsumsi selama mengikuti kegiatan ini.

Kehadiran suporter lokal mendukung tim lawan mulai menuai keluhan dari atlet dan penonton Indonesia yang sedang bertanding. Pada saat pertandingan senam di GOR Ranau, saat tim senam putri Indonesia bertanding, nyaris tidak ada terdengar suara dan tepuk tangan yang mendukung.

Para pendukung Myanmar yang kebanyakan pelajar dan mengaku berasal dari salah satu SMA Negeri di Palembang tersebut berteriak dengan kompak mendukung lawan tim senam Myanmar saat sang koordinator memberi perintah.

Pada partai penyisihan Sepak Takraw, hal serupa juga terjadi, dukungan itu memicu keluhan Syamsul hadi kapten tim sepak takraw putra Indonesia. Syamsul merasa seperti bermain di negeri orang. Para suporter itu memberi dukungan dengan sangat bersemangat kepada tim lawan Indonesia.

"Kami sangat menyayangkan kenapa mereka mau menggadaikan harga diri bangsa hanya karena diberi baju dan atribut negara lain," ujar Syamsul.

Miris, Fenomena Suporter Bayaran di Arena SEA Games


Ilustrasi

Pertandingan di tiap venue dalam Kompleks Jakabaring Sport City selalu diramaikan suporter tiap negara peserta. Ironi nya, suporter tersebut asli Indonesia yang berasal dari siswa beberapa sekolah di Palembang yang dikoordinir untuk mendukung negara peserta SEA Games. 

Kehadiran suporter lokal tampil kompak memakai kaos putih dengan gambar bendera negara yang didukungnya. Pengamatan  di lapangan, para pelajar ini seperti ada yang mengarahkan dan dikoordinir guru mereka masing-masing.

Salah satu pelajar yang ditemui mengaku mereka datang dan mendukung negara lain karena disuruh guru pembimbing mereka di sekolah. "Kami disuruh pak guru memakai kaos Malaysia dan mendukung saat mereka bertanding," ujar salah satu siswi SMP di Palembang.

Rata-rata pelajar ini tidak bisa menolak perintah guru mereka untuk ikut menyemarakan SEA Games walau harus mendukung negara lain. "Takut dimarahi kalau menolak ikut kak, kami ikut salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, angggotanya disuruh ikut semua," jelasnya.

Mereka mengaku dibayar Rp20 ribu per hari dan diberi kaos serta disediakan fasilitas transportasi dan konsumsi selama mengikuti kegiatan ini.

Kehadiran suporter lokal mendukung tim lawan mulai menuai keluhan dari atlet dan penonton Indonesia yang sedang bertanding. Pada saat pertandingan senam di GOR Ranau, saat tim senam putri Indonesia bertanding, nyaris tidak ada terdengar suara dan tepuk tangan yang mendukung.

Para pendukung Myanmar yang kebanyakan pelajar dan mengaku berasal dari salah satu SMA Negeri di Palembang tersebut berteriak dengan kompak mendukung lawan tim senam Myanmar saat sang koordinator memberi perintah.

Pada partai penyisihan Sepak Takraw, hal serupa juga terjadi, dukungan itu memicu keluhan Syamsul hadi kapten tim sepak takraw putra Indonesia. Syamsul merasa seperti bermain di negeri orang. Para suporter itu memberi dukungan dengan sangat bersemangat kepada tim lawan Indonesia.

"Kami sangat menyayangkan kenapa mereka mau menggadaikan harga diri bangsa hanya karena diberi baju dan atribut negara lain," ujar Syamsul.

Wanggai Cetak Gol dalam Hitungan Detik



Pemain Timnas Indonesia, Patrich Wanggai melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja pada pertandingan penyisihan SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2011).

Belum juga pertandingan genap berlangsung satu menit setelah kick-off dilakukan, Indonesia sudah mampu menyarangkan gol ke gawang Singapura dalam laga lanjutan Grup A SEA Games XXVI/2011 cabang sepak bola, Jumat (11/11/2011). Gol Patrich Wanggai di detik ke-45 mengejutkan "Young Lions" dan publik Indonesia.

Gol Patrich dibukukan dalam serangan balik yang dibangun atas kerja sama yang baik dengan Titus Bonai. Tibo, panggilan Titus Bonai, yang mendapat umpan dari tengah lapangan membawa bola ke depan dan mengopernya kepada Patrich yang ada di depannya.

Pemain asal Persidafon ini pun segera membawa bola ke depan, melewati bek Singapura, hingga berhadapan langsung dengan penjaga gawang Mohamad Izwan. Setelah menggocek bola, Patrich pun berhasil melewati kiper dan menyarangkan bola dengan kaki kirinya dari sisi kanan depan gawang Singapura.

Untuk sementara, Indonesia memimpin dengan skor 1-0.
JANGAN lUPA LIKE GAN

Wanggai Cetak Gol dalam Hitungan Detik



Pemain Timnas Indonesia, Patrich Wanggai melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja pada pertandingan penyisihan SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2011).

Belum juga pertandingan genap berlangsung satu menit setelah kick-off dilakukan, Indonesia sudah mampu menyarangkan gol ke gawang Singapura dalam laga lanjutan Grup A SEA Games XXVI/2011 cabang sepak bola, Jumat (11/11/2011). Gol Patrich Wanggai di detik ke-45 mengejutkan "Young Lions" dan publik Indonesia.

Gol Patrich dibukukan dalam serangan balik yang dibangun atas kerja sama yang baik dengan Titus Bonai. Tibo, panggilan Titus Bonai, yang mendapat umpan dari tengah lapangan membawa bola ke depan dan mengopernya kepada Patrich yang ada di depannya.

Pemain asal Persidafon ini pun segera membawa bola ke depan, melewati bek Singapura, hingga berhadapan langsung dengan penjaga gawang Mohamad Izwan. Setelah menggocek bola, Patrich pun berhasil melewati kiper dan menyarangkan bola dengan kaki kirinya dari sisi kanan depan gawang Singapura.

Untuk sementara, Indonesia memimpin dengan skor 1-0.
JANGAN lUPA LIKE GAN

Kisah Hidup Andik Vermansyah Sang "Messi" dari Surabaya

Mungil, cepat, lincah, tajam, penuh determinasi, dan pekerja keras. Selain Oktovianus Maniani, ciri-ciri ini juga mencerminkan sosok gelandang Tim Nasional U-23, Andik Vermansyah.


Aksinya yang brilian terlihat jelas saat membela Timnas U-23 saat melawan Kamboja di laga perdana SEA Games XXVI tahun 2011, Senin lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 6-0 untuk Indonesia itu, kecepatan dan kelincahan Andik mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan hingga membuahkan satu gol dan memberikan satu umpan indah yang berujung pada gol terakhir untuk Indonesia.
Andik yang masuk menggantikan Ferdinand Sinaga pada menit ke-61 langsung menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan. Pada menit ke-80, pemain bernomor punggung 21 ini berlari dengan sangat cepat sambil membawa bola dan berhasil melewati satu gelandang bertahan Kamboja ke dalam kotak penalti Kamboja.
Insting tajamnya pun bermain. Melihat celah yang terhampar, tanpa pikir panjang Andik segera menembakkan bola dengan keras dari kaki kanannya. Kiper Kamboja pun tak kuasa menahan bola yang melaju deras ke arah gawangnya.
Empat menit kemudian, aksinya kembali berbahaya. Menerima bola dari Stevie Bonsapia, Andik berlari seperti kijang meninggalkan para pemain lawan dan mendekati gawang Kamboja. Namun, meski berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mencetak gol, pemain yang membela Persebaya 1927 ini justru tidak bersikap egois. Dia memberikan umpan kepada Ramdhani Lestaluhu yang berada dalam posisi lebih menguntungkan. Gol keenam untuk Indonesia pun tercipta.
Andik menyadari betul kelebihannya itu. Kecepatan menjadi andalan utamanya dalam bermain sepak bola. Namun, itu pun tidak diperolehnya dengan mudah. Pemain dengan tinggi badan 162 cm ini harus berlatih keras untuk sampai pada tingkat kecepatan tertingginya.
Latihan berlari tak hanya dilakukannya di lapangan. Andik biasa melakoni latihan berlari dengan menaiki tangga, baik tangga jembatan maupun tangga di mal. Pernah pula dia beradu cepat dengan taksi.
"Pernah waktu itu aku lomba sampai lima kali, setelahnya aku langsung muntah-muntah ha-ha-ha...," kata pria berusia 19 tahun ini sambil tertawa.
Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan dribling yang di atas rata-rata membuat Andik mendapat julukan "Lionel Messi" dari Surabaya. Dia mengaku senang disamakan dengan Messi. Namun, dengan rendah hati, pemain yang justru mengidolakan Cristiano Ronaldo ini menekankan bahwa dirinya tak sehebat striker Argentina andalan Barcelona tersebut.
"Saat aku bermain, para Bonek selalu teriak 'Messi... Messi... Messi'. Saya senang dipanggil Messi, tapi kan beda jauh," ujarnya lugu.


Dari jualan es sampai SSB gratis

Andik kini berada di tim nasional, bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan berlaga untuk nama bangsa di kancah internasional. Namun, siapa sangka, langkah awalnya bermain bola tidak seindah saat ini. Dulu, untuk membeli sepatu sepak bola saja sulit.
Ayahnya, Saman, hanya seorang tukang bangunan. Sementara ibunya, Jumiah, hanya seorang tukang jahit. Orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan tak memiliki dana lebih untuk membantu Andik mewujudkan mimpinya. Maka, tak heran bila pada awalnya Andik tidak diizinkan menekuni sepak bola.
Namun, dorongan yang kuat membuat Andik tak mudah patah semangat. Dia pun berjuang sendiri demi mewujudkan mimpi jadi pemain sepak bola profesional. Berbagai upaya ditempuhnya, mulai dari jualan kue dan es hingga bermain sepak bola antarkampung (tarkam) ke luar Surabaya dilakoninya, hanya untuk bisa membeli sepatu bola.
Langkahnya menunjukkan titik terang ketika Pelatih SSB Suryanaga, Rudi, melihat bakat besarnya. Rudi pun menawarinya untuk menimba ilmu di sekolah sepak bola di Jember itu. Gratis.
"Waktu itu dia iseng nonton aku bermain dan dia bertanya kamu ikut SSB apa? Aku jawab, tidak ada. Aku pun diajak ke Suryanaga, gratis. Terus aku bilang kakak dan diizinkan," ungkapnya.
Ayah dan ibunya pun tak memiliki alasan untuk terus melarang. Mereka pun berbalik mendukung Andik hingga bermain untuk Persebaya Yunior dan berkarya di PON.


Selalu pikirkan masa depan

Anak bungsu dari empat bersaudara ini pun tak ragu menyebutkan bahwa kedua orangtuanyalah yang justru paling berjasa dalam kehidupannya. Mantan bintang kesebelasan PON Jawa Timur ini menilai sikap dan dukungan dari orangtuanya telah melecut dirinya untuk menjadi seorang Andik seperti sekarang ini.
Selain untuk masyarakat Indonesia, gol yang dicetaknya dalam pertandingan melawan Kamboja kemarin pun dipersembahkannya untuk ayah dan ibu tercinta. Menurutnya, orangtua selalu mendoakan yang terbaik baginya. Bahkan, rela berpuasa demi kesuksesannya. Maka, tak heran bila Andik selalu berusaha menyenangkan mereka.
"Alhamdulillah... Selama merantau di Surabaya, aku sudah membelikan rumah atas nama orangtuaku karena itu sudah menjadi janji dari batinku. Alhamdulillah juga, aku sudah memberangkatkan ibu pergi umrah. Insya Allah kalau ada rezeki mau naikkan haji kedua orangtua," ungkap Andik yang kabarnya pernah dilirik oleh pemain Portugal, Rui Costa.
Andik selalu diingatkan untuk tidak lupa diri meski kariernya kini tengah menanjak. Dia sudah memikirkan masa depannya. Selain berharap bisa terus berkiprah di dunia sepak bola sampai akhir hayatnya, penyuka tempe penyet ini berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi dan berinvestasi dengan membangun rumah kos di Surabaya.
"Kalau ada rezeki mau bikin kos-kosan, buat masa depan. Aku selalu mikir masa depan karena aku melihat betapa sulitnya orangtua aku mencari uang," ujarnya singkat.

Data singkat Andik Vermansyah

Nama lengkap: Andik Vermansyah
Nama kecil/Panggilan: Andik
Tinggi Badan: 162 cm
Tempat/Tanggal Lahir: Jember, 23 November 1991
Klub: Persebaya Surabaya 1927
Posisi: Striker
Karier:
Klub Junior 2007- Persebaya Surabaya 2008 - PON Jatim 2008 - POM ASEAN
Klub Profesional 2008 - 2011 Persebaya Surabaya
Tim Nasional 2011 - Tim Nasional Indonesia U-23
Makanan kesukaan: Tempe penyet
Pemain idola: Bejo Sugiantoro dan Cristiano Ronaldo
Klub idola: Real Madrid dan Persebaya
Nama ayah: Saman
Nama ibu: Jumiah.


JANGAN lUPA LIKE GAN

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons